Wednesday, September 18, 2013

Sekilas tentang Nasi Krawu



Nasi krawu bukanlah nama yang asing didengar jika kita membahas tentang kuliner khas Jawa Timur. Makanan khas kota Gresik ini memiliki bentuk fisik seperti nasi campur tradisional pada umumnya, dibalut daun pisang dan di dalamnya terdapat nasi dan lauknya. Namun apa yang membedakan nasi krawu dengan nasi campur lainnya?

Pertama-tama hal itu dapat dijawab dengan menceritakan sedikit mengenai sejarah nasi krawu. Makanan yang satu ini sebenarnya bukanlah makanan asli kota Gresik, melainkan dari Pulau Madura. Jadi awal mulanya sekitar tahun 60an, para istri dari masyarakat Madura yang bekerja sebagai kuli pelabuhan di salah satu pelabuhan terbesar di Jawa Timur yang terletak di kota Gresik ini ingin membantu para suami dengan menyediakan makanan yang ekonomis dan praktis untuk dikonsumsi. Dari sanalah tercipta nasi krawu yang khas dengan daging suwir dan 3 macam serundengnya.


Selain itu, salah satu hal yang memicu terciptanya nasi krawu sebagai kuliner khas Gresik adalah kebiasaan masyarakat Madura yang selalu memasak sendiri dalam keseharian mereka sehingga nasi krawu tidak laku jika dijual di Madura karena mereka lebih cenderung untuk memasak sendiri daripada membeli. Maka itu banyak pendatang dari Madura yang berjualan nasi krawu ke Gresik.

Nasi krawu sendiri berasal dari kata "krawuk" yang dalam bahasa Jawa berarti gerakan mengambil sesuatu dengan tangan yang mirip seperti kegiatan menyekop. Hal itu menjadi tradisi dan cara penyajian dari nasi krawu sendiri, yaitu dengan meng-krawuk nasi yang akan dihidangkan dengan lauk nantinya.

Krawu rice should be a familiar name if we are discussing about East Javanese culinary. Krawu rice came from Gresik and the appearance itself is the same as the traditional mixed rice in general, wrapped in banana leaves and there are rice and side dishes inside. So what is the difference between krawu rice and the others?

Well first, we can answer the question by telling the history about krawu rice a bit. Krawu rice actually didnt came from Gresik but from Madura. So in the near 60s, the wives of Madura people who work as the stevedore in the famous Gresik harbor wanted to help their husbands by providing food which is simple, cheap, and easy to consume. Then they began to invent krawu rice with the famous 3 kinds of poya on it.

Furthermore, another reason that cause krawu rice to be called as the Gresik traditional food instead of Madura traditional food is the daily habit of Madura people who likes to cook at their home instead of buying food from the others. That is why the one who sells krawu rice in Gresik are the Madura people.

Krawu rice's name itself came from a javanese word "krawuk", which means a hand gesture when you shove something with your hand. That is why when they served krawu rice, they usually "shove" the rice with bare and clean hands.

Leave a Reply